Tuesday, September 8, 2009

No Comment




Ada beberapa kebiasaan orang Jepang saat berada di atas kereta api. 

1. Mendengarkan iPod (atau alat musik portabel digital yang lain)

Biasanya anak-anak kecil muda yang seperti ini. Fenomena iPod dan alat music digital memang sepertinya sudah menjadi hal yang biasa. Harga sebuah iPod shuffle 1 GB yang saya tahu dari teman saya (karena dia baru saja beli) adalah sekitar 7800 yen. Sedangkan harga makanan sederhana (bento) yang sering ditemui di beberapa konbini adalah sekitar 300-500 yen (mari kita ambil tengah2 saja, 400 yen). Perbandingan antara harga makanan dengan iPod bisa dihitung yaitu sekitar 1:20 (mendekati).

Sedangkan di Indonesia, harga iPod shuffle 1 GB adalah sekitar $ 85 (berdasarkan situshttp://bhinneka.com ). Dengan nilai tukar dolar sebesar Rp 9100,00 per 1 dolar, harga iPod shuffle 1GB berarti sekitar Rp 773.500,00 . Sedangkan, ambil saja biaya makan sekali di Indonesia sekitar 4000-5000 rupiah. Rasionya berarti sekitar 1:170 an.

Jadi, tidak heran orang Jepang banyak menggunakan alat musik digital macam iPod shuffle  Untuk membeli iPod itu, seorang mahasiswa di Jepang mungkin cukup gak makan 20 kali, kalo diitung sekali sehari, maka cukup menunggu 20 hari udah bisa beli tuh iPod Shuffle. Tapi kalo mahasiswa ITB Indonesia, harus menunggu 170 hari, atau mendekati setengah tahun.

2. Membaca

Membaca dilakukan oleh orang lintas usia dan generasi. Dari yang muda sampai tua. Yang mereka baca pun bermacam2. Contohnya adalah membaca iklan di kereta koran, buku, maupun brosur2 yang didapat di jalan. Bahkan saat berdiri pun mereka membaca. Jadi begitu masuk kereta, duduk (atau berdiri), buka tas, dan buka buku. Biasanya di dalamnya sudah ada pembatas buku yang menandakan di situlah mereka terakhir membaca. Nampaknya, budaya membaca memang sudah sangat mengakar bagi para penumpang kereta.

3. Membuka HP

Sama seperti membaca, membuka HP juga dilakukan oleh orang dengan berbagai macam usia. Kebanyakan sih memang anak-anak muda. Tapi tak jarang pula orang-orang tua yang memakai pakaian kerja membuka HP di atas kereta. Saya sering melirik orang di sebelah saya kalau mereka membuka HP. Penasaran. Kebanyakan orang yang saya lirik menulis SMS di atas kereta. Beberapa browsing internet, melihat video (streaming?), maen Sudoku, dan mendengarkan musik. Saya tidak pernah menemui orang yang mengambil gambar orang di depannya dengan diam-diam (pura2 buka HP, padahal mau ngambil foto). Ini tidak baik, mengganggu privasi orang 

4. Bermain games

Ada 2 mesin game portabel yang sering saya temui, yaitu Nintendo DS dan Sony PSP. Kalau bicara masalah kuantitas secara kualitatif (halah, bahasa opo iki), kebanyakan yang saya temui adalah Nintendo DS. Ini jelas mainannya anak muda, anak-anak usia SMA ke bawah. Sesekali saya melirik sebentar saja game apa yang mereka mainkan. Sayangnya, saya tidak bisa melihat dengan jelas (karena percuma juga, kalo ngelihat gak tau judul game-nya apa).

5. Diam (dan tidur)

Tidur adalah hal yang umum, namun tidak dengan diam. Saya tidak yakin mereka bisa menikmati tidur di atas kereta api, karena pasti dalam hati khawatir kalo kelewatan stasiun. Entah bagaimana cara mereka mengeset waktu tidurnya di atas kereta api supaya pas bangun di stasiun tujuan. Saya pernah mencoba tidur, dan kelewatan 3 stasiun langsung  Tapi kalau sudah biasa, saya rasa tubuh akan membentuk semacam “jadwal”nya sendiri (teori ngawur) 

Kalau ada orang diam di atas kereta api, itu adalah saya. Saya masih bingung mau ngapain di atas kereta api. Kalau tidur, khawatir kelewatan. Main games dan buka HP nggak mungkin, karena nggak punya. Baca buku? Boleh, tapi rasanya masih aneh soalnya tanggung bener baca buku cuman beberapa menit (ah, alasan aja, bilang males aja susah  ).. Ndengerin musik? Kadang ngerasa ribet sama kabel handset yang panjang. Selain itu, bagi saya, orang yang ndengerin musik di tengah keramaian itu kurang baik, karena seakan-akan dunia milik berdua dia sendiri, cuek, nggak denger kan kalo ada yang minta tolong karena kemalingan. Hehehe… Jangan dianggap serius pendapat ini, hanya bercanda saja  Saya sendiri kalau disuruh milih, mending ndengerin podcast di iPod daripada membaca..

Demikian…

Sama ngak iah kaya di Indonesia...

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer